5+ Kebiasaan Orang Sukses di Meja Makan. Ada Berapa yang Sudah Kamu Terapkan? 0 44833

Kehidupan orang-orang sukses di dunia selalu mengundang rasa penasaran. Siapa tahu bisa diikuti dan membuat kita ketularan sukses juga. Salah satunya adalah kebiasaan saat makan. Pada momen makan ini, mereka punya kebiasaan-kebiasaan yang layak kamu terapkan juga. Apakah mereka juga selalu mencari #TemanMakan? Atau malah mereka makan sambil kerja juga?

Ternyata nggak melulu kerja, orang-orang sukses kerap menikmati jam makan sebaik-baiknya. Meski begitu, nggak jarang juga mereka ‘menyelipkan’ hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan di meja makan. Semisal makan bareng relasi karena penting untuk menunjang karier. Simak kebiasaan-kebiasaan selanjutnya yang selalu dilakukan orang-orang sukses saat di meja makan berikut ini.

 

1. Mereka tak pernah ragu untuk mencari teman makan baru. Karena inilah saat yang tepat untuk bangun relasi

bangun relasi

Momen makan siang atau makan malam akan dimanfaatkan dengan baik oleh orang-orang sukses. Mereka anti sekali makan sendiri lantaran saat itulah merupakan kesempatan baik untuk membangun relasi. Orang sukses biasanya akan cari teman makan, lalu mengajaknya makan di luar. Obrolan yang terjadi pun nggak melulu kerjaan, tapi bisa saja menyangkut latar belakang keluarga maupun pendidikan. Jika pembicaraan sudah cukup seru, maka akan dilanjutkan dengan obrolan tentang kesukaan masing-masing.

 

2. Meja makan pun tak pernah hening. Obrolan antar teman juga menjadi menu santapan wajib

ngobrol bareng teman

Selain mencari teman makan, kebiasaan lainnya yang dilakukan orang sukses yaitu obrolan-obrolan seru bersama teman. Hal ini karena jam makan sering dianggap sebagai momen kebersamaan di luar pekerjaan. Walau sibuk bekerja, hubungan pertemanan tetap harus terjalin dan nggak boleh terlupakan. Oleh karena itu, meja makan nggak boleh hening karena obrolan antar teman juga menjadi santapan wajib. Mereka bisa saling curhat soal kerjaan, kehidupan pribadi masing-masing, atau bicarakan hal-hal receh yang mereka suka. Semisal ngomongin pertandingan bola atau film di bioskop yang wajib ditonton.

 

3. Orang sukses selalu menghindari makan di meja kerja. Biar lebih fresh dan bersemangat setelahnya

hindari makan di meja kerja

Kalau selama ini kamu berpikir orang sukses nggak pernah beranjak dari meja kerja, ternyata nggak juga. Karena saat jam makan siang tiba, mereka akan pindah dan beranjak ke meja makan. Orang sukses kerap kali menghindari makan di meja kerja karena bagi mereka waktu makan harus dinikmati sebaik-baiknya. Mereka percaya kalau kebiasaan itu akan membuat pikiran lebih fresh dan tubuh menjadi bersemangat untuk bekerja lagi setelah makan.

 

4. Menu makan dan minumnya nggak sembarangan. Mereka utamakan menu sehat karena tahu apa yang dikonsumsi berpengaruh pada aktivitas

makanannya sehat

Setiap orang pasti punya makanan dan minuman favorit yang kerap dikonsumsi. Sayangnya, apa yang disuka itu belum tentu menyehatkan. Begitupun para orang sukses yang punya makanan dan minuman paling mereka suka. Mereka tetap mengonsumsinya, namun diimbangi dengan makanan dan minuman yang menyehatkan tubuh. Karena mereka tahu bahwa apapun yang dikonsumsi akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Demi karier cemerlangnya, orang sukses tetap utamakan menu sehat sambil mengurangi makanan dan minuman yang kurang baik. Sekalipun itu adalah favoritnya.

 

5. Makan siang waktunya menghubungi kerabat. Karena pada jam inilah saatnya ngobrol apa saja di luar pekerjaan

sambil menghubungi kerabat

Sibuk bekerja bukan berarti kehidupan pribadi dikesampingkan. Pada kenyataannya, orang-orang sukses tetap menghubungi keluarga atau teman-teman lama, meski sekadar bertanya ‘sudah makan belum?’ Mereka sadar bahwa waktunya sehari-hari lebih banyak untuk pekerjaan. Untuk itu, saat  di meja makan akan mereka manfaatkan untuk mengobrol sejenak dengan kerabat. Baik via chatting, video call, atau telepon pasti mereka lakukan.

 

6. Bukannya tetap bekerja, tapi orang sukses akan pikirkan tugas apa selanjutnya yang akan dikerjakan

sambil memikirkan pekerjaan selanjutnya

Orang sukses tetap meluangkan waktunya untuk memikirkan pekerjaan sesekali di meja makan. Tapi bukan berarti mereka bekerja, lho. Mereka cuma menyempatkan diri untuk mengorganisir dalam pikiran sejenak tentang tugas apa selanjutnya yang bakal dikerjakan. Nggak sampai lima menit dan mereka memikirkannya juga sambil dibawa santai. Dengan demikian, mereka sudah tahu apa saja yang dikerjakan nanti.

 

 

Orang-orang sukses nggak cuma giat bekerja dan kejar ilmu di mana-mana. Salah satunya adalah mengejar ilmu dari teman makan. Karenanya, punya teman makan yang ternyata begitu penting sebagai ‘pintu gerbang’ untuk membangun relasi. Terlebih kalau momen di meja makan juga ditemani minuman menyegarkan seperti Bintang Radler 0.0%. Rasa lemonnya yang nyegerin akan membuat suasana makan siangmu bersama teman makan jadi semakin seru. Bintang Radler 0.0% ini cocok banget untuk melengkapi keseruan saat makan bareng teman. Yuk, cari #TemanMakan!

Artikel SebelumnyaArtikel Selanjutnya

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasi

Jodoh Nggak Pernah Jauh Dari Pergaulan. Bermula Teman Makan, Kisah Kami Sampai ke Pelaminan 0 58797

Katanya sih jodoh itu bisa datang dari mana saja.

Lucu memang kalau ternyata jodoh kita adalah orang yang dulu nggak sengaja duduk dalam satu kereta yang sama atau jika ternyata jodoh kita dulu sempat tinggal di kos sebelah saat kita masih kuliah. Semakin lucu kalau dia adalah seseorang yang sebenarnya dekat, tapi mata dan hati belum terbuka lebar untuk menyadarinya. Layaknya meet cute dalam film komedi romantis, jodoh katanya punya cara tersendiri untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia selalu datang saat waktunya benar-benar pas. Membuat sebuah pertemuan jadi membekas.

 

Jodoh bisa datang dari mana saja. Kali ini biarkan saya bercerita tentang jodoh yang ternyata teman makan saya

berawal dari makan bareng

Sebagai anak rantau yang masih cupu, saya selalu malu kalau harus makan sendirian. Agar bisa bertahan dari perut keroncongan, saya selalu mengandalkan dua pilihan. Beli dibawa pulang atau minta ditemani penduduk kosan. Kurang lebih tiga tahun saya bertahan dengan cara ini; dengan cara yang bisa dibilang menyedihkan ini. Namun Tuhan rasanya sedang berbaik hati. Lewat sebuah perhelatan acara musik yang saya ikuti, Yang Maha Baik sepertinya diam-diam mulai mengenalkan dia yang benar-benar bisa bikin nyaman.

Waktu itu kami sama-sama satu tim untuk Liaison Officer (LO). Keterbatasan personil membuat kami harus melakukan banyak hal bersama-sama. Mulai dari bertemu manajer band hingga menyiapkan permintaan guest star yang untungnya nggak aneh-aneh. Saya ingat benar, dia orangnya tak tahan lapar. Makanya di sela-sela persiapan acara musik itu, dia sering melipir dan mengajak saya makan. Beruntung selera makannya juga aneh seperti saya! Siapa sangka di balik badannya yang tegap dan cambang tipit-tipis, dia sama sekali tak memakan daging? Pun dengan saya yang setiap diajak ke rumah makan Padang tak pernah menyentuh rendang.

Kebiasaan makan di sela-sela pekerjaan sepertinya meminta lebih. Hingga acara musik tersebut selesai, kami masih sering bertemu untuk sekadar makan berdua dan berbagi cerita. Kini saya tak lagi harus pusing mikirin teman makan. Karena dengan sekali WhatsApp, ada seseorang yang senantiasa menjadi partner saya untuk mengisi perut yang keroncongan.

Bermula dari teman makan, kami jadi saling nyaman. Berbincang selama apapun rasanya selalu kurang

Waktu 3 jam pun nggak terasa lama

Entah kenapa rasanya waktu selalu berjalan dengan cepat saat saya sedang bersamanya. Tanpa terasa kami betah duduk di satu spot yang sama lebih dari 3 jam. Padahal, saya sebenarnya orang yang tak betah kalau harus duduk berlama-lama, tapi entah kenapa ketika bersamanya waktu 3 jam pun masih terasa kurang? Duh!

Kalau dipikir-pikir, yang membuat saya betah menghabiskan waktu makan bersamanya adalah tradisi obrolan yang sudah sejak awal kami lakukan. Baru kali ini saya bertemu teman yang bisa membuat saya tak bosan berlama-lama mendengarkan cuapannya. Mulai dari obrolan sederhana soal keseharian di kampus, gosipin anak fakultas sebelah, sampai topik berat yang kami ambil dari tulisan-tulisan hebat Pram atau narasi luar biasa yang tertuang dalam karya Gabriel Garcia Marquez! Ditemani Bintang Radler 0.0%, obrolan seberat apapun dan selama apapun rasanya tetap menyenangkan! Sampai tanpa sadar topik demi topik telah kami bahas berdua. Meski begitu, tak pernah ada rasa bosan saat dia mengajak keluar untuk makan bersama.

Jodoh memang nggak terduga. Awalnya teman makan, kini kami sudah melangkah ke pelaminan bersama

Sekarang, kami tak sekadar teman makan

Momen makan berdua dengannya menjadi saat yang paling seru dalam hidup ini. Sampai kami tak menyadari, bahwa kegiatan makan berdua sudah hampir dua tahun kami jalani. Dua tahun itu lama. Tapi anehnya seperti baru kemarin saja! Tubuh ini pun punya sugesti sendiri saat makan tak ditemani dia. Makan jadi tak selera, sebanyak apapun micin yang ada rasanya tetap B aja. Bagi saya, dia menjadi selayaknya Bintang Radler 0.0% yang selalu bisa menemani segala suasana. Saat ketiadaan dirinya yang mengurangi nafsu makan ini saya sampaikan padanya, mungkin semesta dan seisinya tengah berkonspirasi. Tanpa aba-aba dia hanya tertawa dan berkata:

“Tuh kan, makan tanpa aku itu hambar. Nikah aja yuk biar bisa makan berdua selamanya?”

Inilah perjalanan jodoh yang tak disangka. Saat saya hampir pasrah karena jodoh tak lekas datang, ternyata ada campur tangan Tuhan yang mendekatkannya. Mungkin tanpa acara musik dan saya tak mengiyakan untuk jadi #TemanMakan-nya, saya akan seterusnya sendiri sampai tua.

“Ah, benar ternyata. Jodoh terkadang ada di sekitar kita, tapi tak terlihat karena kita yang bersikeras mencari di kejauhan.”

Dari Teman Makan, Jadi Teman Usaha 1 19001

Kumpul bareng teman adalah salah satu bentuk kehidupan sosial yang paling sering kamu jalani. Habis kerja keras 5 hari seminggu, meet up dengan teman di akhir pekan bisa membuat pikiranmu fresh kembali. Nah, selama ini kalau konkow dengan teman, kamu ngapain aja sih? Nonton rame-rame atau sekadar makan bareng sambil bertukar gosip semata?

Padahal dari acara ngumpul-ngumpul itu bisa dijadikan satu hal yang produktif lho. Dari yang awalnya cuma teman makan, bisa jadi teman usaha. Bahkan Google yang kita pakai sehari-hari itu juga hasil kerja sama dua sahabat baik, yaitu Larry Page dan Sergey Brin. Kali ini Hipwee dan Bintang Radler 0.0% bakalan ngasih info enaknya punya #TemanMakan yang jadi teman usaha. Yuk, cekidot!

1. Momen makan bareng nggak lagi diisi sama gosip atau bercandaan aja. Saatnya bahas ide-ide yang berguna

Biasanya saat makan bareng atau nongkrong teman-teman obrolan yang terjalin adalah obrolan ringan menjurus ke receh. Kalau nggak gosipin orang ya saling ledek antara satu dengan yang lainnya. Tapi sekarang saat makan siang bareng, kalian bisa ngobrol hal-hal yang berguna. Mulai dari ide-ide cetar yang tiba-tiba muncul di kepala, sampai cara-cara mewujudkannya. Kalau sudah ketemu teman makan yang klik, topik ini jadi lebih asyik.

2. Di sela-sela makan siang nggak cuma berbagi keluhan soal kerja melulu, tapi diskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada

Ngeluh sama teman soal kerjaan yang nyebelin itu hal biasa. Hitung-hitung melegakakn hati, karena kalau disimpan saja biasanya kamu akan makin stres sendiri. Tapi bareng teman makan yang jadi teman usaha, obrolanmu nggak selesai di keluhan aja.Tapi juga bertukar informasi dan berdiskusi gimana supaya persoalan dan halangan itu bisa diatasi.

3. Punya teman makan bisa nyobain macam-macam makanan yang unik. Dari sini bisa kepikiran ide bisnis kuliner

Punya teman yang suka hobi ngajakin makan itu banyak banget untungnya. Pertama, kamu nggak akan mati gaya karena makan sendirian. Kedua, kamu juga selalu punya kesempatan untuk nyobain kuliner yang unik-unik karena ada temannya. Biasanya kalau sendiri kan kalah sama malasnya tuh. Apalagi kalau makannya ditemani oleh Bintang Radler 0.0% yang kesegarannya cocok dengan segala acara. Makanan apa aja jadi tetap sedap rasanya.

Nah, dari hobi nyobain berbagai jenis makanan, kamu bisa nih mulai memikirkan konsep bisnis kuliner. Di zaman milenial hits begini, bisnis kuliner adalah salah satu lahan yang selalu potensial dan lumayan gampang. Jajanan pasar seperti kue pancong atau kue cubit saja bisa jadi bisnis besar ‘kan?

4. Punya teman makan yang fashionable banget? Kenapa nggak diajakin bikin clothing brand bareng?

Masing-masing teman punya karakter sendiri. Ada yang selow dan cuek banget sampai-sampai kalau makan bareng cuma pakai sandal jepit. Ada juga yang selalu datang dengan penampilan cetar nan fashionable. Nah, punya teman seperti ini, sesungguhnya bisa jadi peluang bisnis lho. Kamu yang pengin berbisnis fashion tapi nggak terlalu ngerti, mungkin bisa mengajak kerja sama teman model seperti ini. Manfaatkan pengetahuan dan taste-nya soal fashion untuk membentuk clothing brand-mu sendiri. Ini juga gampang banget! Bisa dimulai dari akun IG-mu sendiri.

5. Kamu dan dia sama-sama belajar menjaga komitmen dan kepercayaan. Salah satunya dengan tetap profesional meski berasaskan persahabatan

Berbisnis dengan teman sendiri bukannya jauh dari masalah. Malahan kalau ada masalah dan nggak pintar mengatasinya, persahabatan bisa rusak jadinya. Nah, dari sini, kamu dan dia justru belajar saling mengerti dan profesional. Belajar untuk nggak seenaknya meski sama teman sendiri. Belajar memegang teguh kontrak kerja yang kalian buat, supaya kerja sama nggak bubar di tengah jalan karena ada satu orang yang melanggar. Tanpa disadari, berbisnis dengan teman sendiri ini mengajari kamu lebih keras untuk bersikap profesional.

Banyak banget hal positif yang bisa diawali dengan teman makan. Yang awalnya cuma sering makan atau nongkrong bareng, selanjutnya jadi orang yang bisa diajak kerja keras bareng mewujudkan mimpi-mimpi. Tapi tentunya ngajakin usaha sama teman sendiri harus mempertimbangkan banyak hal, terutama soal kecocokan di antara kalian sendiri.

Kamu butuh seseorang yang seru diajak makan dan nongkrong bareng tapi tetep seru juga untuk diajak serius memikirkan ide-ide besar yang bisa jadi potensi kesuksesan. Ibarat minuman, kamu butuh Bintang Radler 0.0% nih, minuman berkarbonasi rasa lemon yang cocok untuk segala suasana. Dibuat dengan proses unik, kesegaran Bintang Radler 0.0% selalu cocok jadi teman makan siang, atau kapan pun kamu nongkrong dengan teman-teman.

Jadi, yuk Cari #TemanMakan yang klop banget sekaligus satu visi dan misi!

Most Popular Topics

Editor Picks