7 Tanda Pasanganmu Bukan Cuma Sekadar Teman Makan. Tapi Udah Cocok Diajak Naik Pelaminan 0 67375

Meski di sekelilingmu ada keluarga serta teman yang kapan pun sedia menemani. Tetap saja, mempunyai pasangan jadi solusi untuk mengatasi rasa sepi atau sendiri. Mengingat, salah satu alasan orang mencari pacar kadang tak jauh dari keinginan agar punya #TemanMakan ataupun teman untuk kondangan.

Hubungan yang seperti itu mungkin tak berorientasi ke masa depan. Tapi namanya jodoh mana ada yang bisa menebak, termasuk kamu. Sesantai atau sesederhana apapun tujuan hubungan di awal, bisa saja di pertengahan jalan semua berubah dengan sendirinya. Siapa sangka dia yang awalnya kamu anggap cuma untuk mengisi kekosongan atau sekadar teman makan ternyata sosok yang pas untuk diajak serius hingga ke pelaminan. Apalagi kalau beberapa hal ini sudah ditemukan pada dia, pasanganmu yang sekarang. Bersyukur dan dijaga hubungannya.

 

1. Saat jawabanmu “terserah” dia tak akan bingung atau marah, tapi dengan sabar membimbingmu agar tak terus plin-plan

Membimbingmu agar tak lagi plin-plan

Jawaban “terserah” sudah bukan hal yang asing untuk siapapun, termasuk dia. Bukan sekadar kode belaka, “terserah”-nya kamu kadang adalah buah kesengajaan saat sedang malas membuat pilihan dan ingin dia yang harus pengertian. Agak menyebalkan memang. Tapi alih-alih bingung atau marah, dia justru menghadapinya dengan sabar sambil membimbingmu untuk mau membuat pilihan serta tak plain-plan. Jadi, soal “makan apa” tak berlarut, karena kamu di minta untuk tegas memilih. Kalaupun tak mau memilih, ya kamu harus mau mengikuti keputusannya.

2. Selalu bersedia menyediakan waktu untukmu di tengah kesibukannya, meski itu sekadar makan atau ngobrol saja

Quality time berdua

Kesadaran akan pentingnya komunikasi hingga kenyamanan dalam hubungan lah yang membuat dia selalu punya waktu bertemu denganmu di tengah kesibukan. Jelas membuatmu tak perlu merengek saat sedang rindu atau sekadar ingin menikmati maknanya punya pasangan. Pertemuan dan quality time bukan hanya sebagai pengusir bosan, tapi sudah seperti keharusan. Meski tak seharian atau sekadar makan bareng sembari ngobrol tipis-tipis sepulang kerja dan ditemani Bintang Radler 0.0%, pertemuan berdua selalu jadi hal yang dijadwalkan.

3. Dia bersedia memakan sisa makananmu, meski perutnya sendiri sudah terasa penuh

Diandalkan untuk menghabiskan makananmu

“Yang, aku udah kenyang,” jadi kalimat andalanmu saat sudah tak sanggup atau tak ingin menghabiskan makan. Dan dia tanpa ragu akan selalu siap menghabisi makanmu. Bukan karena dia doyan makan atau kelaparan, tapi dirinya seperti punya tanggung jawab lain seperti kesadaran sayang dengan uang yang sudah dikeluarkan kalau makanannya tak dihabiskan. Sebuah bukti bahwa dia adalah sosok yang bisa kamu andalkan untuk segala urusan.

4. Selalu ada rayuan yang terselip di candanya saat kamu ngambek dan marah

New York City Engagement Session-ACWinona

Sudah tak terhitung tingkah konyol atau rayuannya yang berbau canda mengisi hubungan kalian. Dan itu tak hanya keluar saat kalian sedang berbincang biasa. Tapi sikapnya tadi jadi andalan untuk meredakan emosimu. Meski sesekali dia pun bisa ikut marah saat sikap kekanak-kanakanmu kelewat batas. Tapi marahnya pun tak sampai hati untuk membentak atau memakimu.

5. Dia tak pernah menggeluh apa-apa dengan cara makanmu yang bikin orang lain geleng-geleng kepala melulu

Menunggumu selesai makan

Kamu seringkali diprotes teman makanmu karena lambatnya kamu menghabiskan makanan. Tapi dia tidak begitu. Justru dia lah satu-satunya orang selain keluargamu yang mau menunggu kamu makan tanpa pernah menggerutu. Justru kebiasaan makanmu yang lama ini seperti jadi pemandangan seru untuknya. Mengamati caramu menyuap makanan, mengunyah, sampai ekspresimu saat menikmati suapan terakhir atau sisa kuah. Bukankah ini bukti, kalau perhatiannya kepadamu tak pernah main-main.

6. Paham betul apa yang kamu suka dan tak suka, mulai dari hal sepele hingga yang menyangkut pilihan hidupmu

Cara dia memperlakukanmu

Dia jelas bukan hanya teman makan yang seru, yang tahu selera makan bahkan minuman kesukaanmu. Tapi dia salah satu orang yang bisa mengerti kamu dengan cukup baik. Dia tahu bagaimana membimbingmu untuk tetap mandiri, selalu tegas, dan berpikiran terbuka. Dia tahu harus bersikap seperti apa saat suasana hatimu sedang tak stabil. Dia kalau menjagamu itu bukan berarti harus menghubungi atau menemani setiap waktu. Intinya, dari sekian banyak cowok yang singgah di hidupmu, dia satu-satunya yang mampu membuatmu nyaman hingga sejauh ini.

7. Tak keberatan jika diajak berkumpul dengan keluargamu, begitu juga dia yang tak ragu membawamu kekeluarganya

Kamu di dalam keluarganya

Masih banyak cowok yang ragu atau harus berpikir dua kali untuk membawa hubungannya ke ranah keluarga besarnya. Jangankan ke ranah keluarga, ke teman-teman dekatnya saja kadang agak berat. Sementara dia justru dengan senang hati saat kamu mengajaknya hadir ke acara keluargamu. Dia pun bisa sangat terbuka soal hubungannya denganmu ke keluarganya sendiri. Nggak heran kalau dia pun tak ragu membawamu bertemu orangtua serta saudara-saudaranya.

Jadi jangan remehkan istilah temam makan jadi teman hidup. Karena memang banyak hubungan yang awalnya sekedar teman makan tapi akhirnya jadian, atau sebaliknya jadian demi punya teman makan tapi akhirnya naik pelaminan. Kalaupun sekarang kamu masih dalam proses pencarian seseorang yang bisa diajak serius, tak perlu buru-buru atau ngoyo.

Pelan asal teliti, benar-benar pastikan sosok yang kamu pilih nanti bisa membuatmu nyaman dalam segala suasana, seperti halnya Bintang Radler 0.0% yang selalu bisa dinikmatin entah di kantor, saat makan bareng teman, atau sekadar santai sambil berbincang. Yuk cari #TemanMakan yang bisa beneran jadi teman hidup!

Artikel SebelumnyaArtikel Selanjutnya

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasi

Jodoh Nggak Pernah Jauh Dari Pergaulan. Bermula Teman Makan, Kisah Kami Sampai ke Pelaminan 0 58798

Katanya sih jodoh itu bisa datang dari mana saja.

Lucu memang kalau ternyata jodoh kita adalah orang yang dulu nggak sengaja duduk dalam satu kereta yang sama atau jika ternyata jodoh kita dulu sempat tinggal di kos sebelah saat kita masih kuliah. Semakin lucu kalau dia adalah seseorang yang sebenarnya dekat, tapi mata dan hati belum terbuka lebar untuk menyadarinya. Layaknya meet cute dalam film komedi romantis, jodoh katanya punya cara tersendiri untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia selalu datang saat waktunya benar-benar pas. Membuat sebuah pertemuan jadi membekas.

 

Jodoh bisa datang dari mana saja. Kali ini biarkan saya bercerita tentang jodoh yang ternyata teman makan saya

berawal dari makan bareng

Sebagai anak rantau yang masih cupu, saya selalu malu kalau harus makan sendirian. Agar bisa bertahan dari perut keroncongan, saya selalu mengandalkan dua pilihan. Beli dibawa pulang atau minta ditemani penduduk kosan. Kurang lebih tiga tahun saya bertahan dengan cara ini; dengan cara yang bisa dibilang menyedihkan ini. Namun Tuhan rasanya sedang berbaik hati. Lewat sebuah perhelatan acara musik yang saya ikuti, Yang Maha Baik sepertinya diam-diam mulai mengenalkan dia yang benar-benar bisa bikin nyaman.

Waktu itu kami sama-sama satu tim untuk Liaison Officer (LO). Keterbatasan personil membuat kami harus melakukan banyak hal bersama-sama. Mulai dari bertemu manajer band hingga menyiapkan permintaan guest star yang untungnya nggak aneh-aneh. Saya ingat benar, dia orangnya tak tahan lapar. Makanya di sela-sela persiapan acara musik itu, dia sering melipir dan mengajak saya makan. Beruntung selera makannya juga aneh seperti saya! Siapa sangka di balik badannya yang tegap dan cambang tipit-tipis, dia sama sekali tak memakan daging? Pun dengan saya yang setiap diajak ke rumah makan Padang tak pernah menyentuh rendang.

Kebiasaan makan di sela-sela pekerjaan sepertinya meminta lebih. Hingga acara musik tersebut selesai, kami masih sering bertemu untuk sekadar makan berdua dan berbagi cerita. Kini saya tak lagi harus pusing mikirin teman makan. Karena dengan sekali WhatsApp, ada seseorang yang senantiasa menjadi partner saya untuk mengisi perut yang keroncongan.

Bermula dari teman makan, kami jadi saling nyaman. Berbincang selama apapun rasanya selalu kurang

Waktu 3 jam pun nggak terasa lama

Entah kenapa rasanya waktu selalu berjalan dengan cepat saat saya sedang bersamanya. Tanpa terasa kami betah duduk di satu spot yang sama lebih dari 3 jam. Padahal, saya sebenarnya orang yang tak betah kalau harus duduk berlama-lama, tapi entah kenapa ketika bersamanya waktu 3 jam pun masih terasa kurang? Duh!

Kalau dipikir-pikir, yang membuat saya betah menghabiskan waktu makan bersamanya adalah tradisi obrolan yang sudah sejak awal kami lakukan. Baru kali ini saya bertemu teman yang bisa membuat saya tak bosan berlama-lama mendengarkan cuapannya. Mulai dari obrolan sederhana soal keseharian di kampus, gosipin anak fakultas sebelah, sampai topik berat yang kami ambil dari tulisan-tulisan hebat Pram atau narasi luar biasa yang tertuang dalam karya Gabriel Garcia Marquez! Ditemani Bintang Radler 0.0%, obrolan seberat apapun dan selama apapun rasanya tetap menyenangkan! Sampai tanpa sadar topik demi topik telah kami bahas berdua. Meski begitu, tak pernah ada rasa bosan saat dia mengajak keluar untuk makan bersama.

Jodoh memang nggak terduga. Awalnya teman makan, kini kami sudah melangkah ke pelaminan bersama

Sekarang, kami tak sekadar teman makan

Momen makan berdua dengannya menjadi saat yang paling seru dalam hidup ini. Sampai kami tak menyadari, bahwa kegiatan makan berdua sudah hampir dua tahun kami jalani. Dua tahun itu lama. Tapi anehnya seperti baru kemarin saja! Tubuh ini pun punya sugesti sendiri saat makan tak ditemani dia. Makan jadi tak selera, sebanyak apapun micin yang ada rasanya tetap B aja. Bagi saya, dia menjadi selayaknya Bintang Radler 0.0% yang selalu bisa menemani segala suasana. Saat ketiadaan dirinya yang mengurangi nafsu makan ini saya sampaikan padanya, mungkin semesta dan seisinya tengah berkonspirasi. Tanpa aba-aba dia hanya tertawa dan berkata:

“Tuh kan, makan tanpa aku itu hambar. Nikah aja yuk biar bisa makan berdua selamanya?”

Inilah perjalanan jodoh yang tak disangka. Saat saya hampir pasrah karena jodoh tak lekas datang, ternyata ada campur tangan Tuhan yang mendekatkannya. Mungkin tanpa acara musik dan saya tak mengiyakan untuk jadi #TemanMakan-nya, saya akan seterusnya sendiri sampai tua.

“Ah, benar ternyata. Jodoh terkadang ada di sekitar kita, tapi tak terlihat karena kita yang bersikeras mencari di kejauhan.”

5+ Tanda Hubungan Kalian Lebih dari Sekadar Teman Makan. Kadang Jodoh Tak Jauh dari Pandangan 1 72051

Jodoh itu misteri.

Ungkapan yang klise tapi banyak yang mengamini. Banyak orang yang tak sadar kalau sebenarnya ia sudah berkali-kali berpapasan dengan jodohnya. Ada juga yang ternyata jodohnya itu teman yang selama ini selalu ada untuknya. Tapi namanya usaha, kadang kamu mencari terlalu jauh, membuat yang ada di depan mata atau sampingmu terlewat.

Apalagi di anak milenial zaman sekarang, yang usia baru 20’an targetnya atau tuntutan sudah menikah saja. Tuntutan membuat usaha mencari jodoh terasa terlalu sulit. Padahal kalau kamu mau jeli sebentar, mungkin saja jodohmu itu teman makanmu selama ini. Meski cuma seringnya ketemu buat urusan perut, nggak ada salahnya kamu perhatikan sekali lagi kedekatan kalian. Mungkin saja, beberapa tanda-tanda ini ada di antara kalian. Kan kalau benar dia orang, kamu bisa tersenyum tenang.

1. Acara makan kalian bukan karena “kebetulan ketemu”, tapi memang sama-sama meluangkan waktu

Emang janjian ketemu

Nggak ada yang namanya kebetulan buat kalian. Walaupun kesukaan makanan kalian berbeda, tapi kamu ataupun dia tak pernah absen untuk janjian makan bersama. Ada saja alasan yang membuat salah satu dari kalian mengajak makan satu sama lainnya. Entah sekadar mencoba tempat makan baru di dekat kantor dia. Atau sekadar memuaskan rasa inginmu makan mie ayam di kedai favorit kalian berdua. Pokoknya kamu dan dia memang sama-sama meluangkan waktu untuk makan bersama.

2. Seminggu saja nggak makan sama dia ada rasa yang kurang. Jadi kangen obrolan dan canda tawanya

Kangen kalau seminggu nggak makan sama dia

Kebersamaan makan pun tak hanya diisi dengan suasana sunyi karena kalian saling diam dan sibuk menikmati kudapan. Kamu dan dia jelas punya obrolan atau candaan seru di meja makan. Kamu biasa bercerita kabar pekerjaanmu, rencana-rencanamu dalam waktu dekat, atau curhat soal asmara. Begitu juga dia yang tak pernah sungkan menceritakan apapun tentang dirinya, dan sesekali akan diselipi canda. Lama-lama pun keriuhan itu yang membuat kamu kadang rindu kalau seminggu saja tak makan bersamanya.

3. Obrolan saat makan pun sangat beragam. Rasanya, asal sama dia topik apa saja nyaman dibicarakan

Selain obrolan rutinitas atau yang receh-receh. Adakalanya obrolan serius pun hadir di antara kalian, seperti esensi nikah menurut pandanganmu yang tak soal melengkapi tuntutan orangtua, atau usia. Kadang obrolan dia pun bisa melenceng ke isu sosial yang sedang ramai dibicarakan orang. Dan semua perbincangan itu tak pernah ada yang aneh untukmu. Karena memang apa pun topik obrolannya, asalkan sama dia, suasana makan pasti selalu nyaman. Tanpa sadar dia jadi mirip dengan Bintang Radler 0.0%, minuman berkarbonasi rasa lemon, yang cocok dinikmati dalam segala momen kebersamaan.

4. Kamu tak hanya hapal kesukaannya, tapi juga tahu makanan mana yang tak cocok untuknya. Sebaliknya, dia pun ngomel saat kamu nekat makan pedas padahal asam lambung sering kumat

Mengerti dia

“Eh, jangan makan capcaynya, itu ada cuminya. Nanti kamu bentol-bentol!”

Terbiasa makan berdua ternyata membuatmu sedikit demi sedikit mengerti dia. Nggak cuma makanan kesukaannya, atau cara makan dia yang tergolong bersih untuk ukuran cowok. Tapi kamu pun tahu jenis makanan tertentu yang tak bisa dia makan, mulai dari yang terlalu pedas, beberapa makanan laut seperti cumi dan kerang, sampai sayur santan yang bisa bikin asam lambungnya naik. Sebaliknya, dia akan langsung ngomel saat kamu pesan makanan pedas. Karena dia tahu bahwa kamu punya penyakit asam lambung yang cukup mengganggumu. Bukankan awalnya mengerti soal urusan perut dulu, baru nantinya mengerti hal lain tentang dirinya.

5. Saking sering dan nyaman makan bersamanya, kamu tak lagi jaim saat makan dengan lahap dihadapannya

Nggak jaim lagi

Perihal saus mie sampai belepotan di mulut, nggak akan buatmu salah tingkah dihadapannya. Kamu akan tetap selow meski makan dengan lahapnya. Begitupula dengan dia yang kadang suka seenaknya sendawa ditengah-tengah makan. Ternyata kenyamanan itu memang kunci untuk membuat semua yang jelek terlihat biasa saja. Seperti kamu dan dia yang sama-sama asyik meski kelakuan makan kalian kadang nggak banget.

6.  Jangankan makan berdua, makan bersama keluarganya pun bukan lagi hal yang baru untukmu

makan bareng keluarganya

Makan cuma berdua atau sama-sama teman kalian memang sudah jadi hal yang biasa. Tapi bagaimana dengan makan bersama keluarga dia ataupun kamu? Itupun ternyata bukan hal yang baru buat kalian. Kamu sudah sangat sering diajak makan bersama keluarganya. Sebaliknya, ibumu pun sering memintamu mengajak dia makan sekalian saat dia main ke rumah. Membuat kalian bisa dibilang sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Kalau sudah senyaman ini masa iya tak terbesit dalam pikiranmu, “jangan-jangan dia itu jodoh yang Tuhan kirim?” 

Karena memang menemukan teman makan yang bisa senyaman dia itu bukanlah hal yang mudah. Karena kamu butuh seseorang yang seru untuk diajak makan dalam suasana apapaun. Seperti Bintang Radler 0.0% nggak hanya cocok untuk santai acara kantor, tapi juga menemani jamuan makan malam romantis dengan dia atau formal bersama keluarganya. 

Coba deh, cek #TemanMakan-mu selama ini. Barangkali jodohmu adalah dia yang sudah lama berada di sampingmu, namun tak pernah dipertimbangkan oleh kamu 😊

Most Popular Topics

Editor Picks