Jodoh Nggak Pernah Jauh Dari Pergaulan. Bermula Teman Makan, Kisah Kami Sampai ke Pelaminan 0 58798

Katanya sih jodoh itu bisa datang dari mana saja.

Lucu memang kalau ternyata jodoh kita adalah orang yang dulu nggak sengaja duduk dalam satu kereta yang sama atau jika ternyata jodoh kita dulu sempat tinggal di kos sebelah saat kita masih kuliah. Semakin lucu kalau dia adalah seseorang yang sebenarnya dekat, tapi mata dan hati belum terbuka lebar untuk menyadarinya. Layaknya meet cute dalam film komedi romantis, jodoh katanya punya cara tersendiri untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia selalu datang saat waktunya benar-benar pas. Membuat sebuah pertemuan jadi membekas.

 

Jodoh bisa datang dari mana saja. Kali ini biarkan saya bercerita tentang jodoh yang ternyata teman makan saya

berawal dari makan bareng

Sebagai anak rantau yang masih cupu, saya selalu malu kalau harus makan sendirian. Agar bisa bertahan dari perut keroncongan, saya selalu mengandalkan dua pilihan. Beli dibawa pulang atau minta ditemani penduduk kosan. Kurang lebih tiga tahun saya bertahan dengan cara ini; dengan cara yang bisa dibilang menyedihkan ini. Namun Tuhan rasanya sedang berbaik hati. Lewat sebuah perhelatan acara musik yang saya ikuti, Yang Maha Baik sepertinya diam-diam mulai mengenalkan dia yang benar-benar bisa bikin nyaman.

Waktu itu kami sama-sama satu tim untuk Liaison Officer (LO). Keterbatasan personil membuat kami harus melakukan banyak hal bersama-sama. Mulai dari bertemu manajer band hingga menyiapkan permintaan guest star yang untungnya nggak aneh-aneh. Saya ingat benar, dia orangnya tak tahan lapar. Makanya di sela-sela persiapan acara musik itu, dia sering melipir dan mengajak saya makan. Beruntung selera makannya juga aneh seperti saya! Siapa sangka di balik badannya yang tegap dan cambang tipit-tipis, dia sama sekali tak memakan daging? Pun dengan saya yang setiap diajak ke rumah makan Padang tak pernah menyentuh rendang.

Kebiasaan makan di sela-sela pekerjaan sepertinya meminta lebih. Hingga acara musik tersebut selesai, kami masih sering bertemu untuk sekadar makan berdua dan berbagi cerita. Kini saya tak lagi harus pusing mikirin teman makan. Karena dengan sekali WhatsApp, ada seseorang yang senantiasa menjadi partner saya untuk mengisi perut yang keroncongan.

Bermula dari teman makan, kami jadi saling nyaman. Berbincang selama apapun rasanya selalu kurang

Waktu 3 jam pun nggak terasa lama

Entah kenapa rasanya waktu selalu berjalan dengan cepat saat saya sedang bersamanya. Tanpa terasa kami betah duduk di satu spot yang sama lebih dari 3 jam. Padahal, saya sebenarnya orang yang tak betah kalau harus duduk berlama-lama, tapi entah kenapa ketika bersamanya waktu 3 jam pun masih terasa kurang? Duh!

Kalau dipikir-pikir, yang membuat saya betah menghabiskan waktu makan bersamanya adalah tradisi obrolan yang sudah sejak awal kami lakukan. Baru kali ini saya bertemu teman yang bisa membuat saya tak bosan berlama-lama mendengarkan cuapannya. Mulai dari obrolan sederhana soal keseharian di kampus, gosipin anak fakultas sebelah, sampai topik berat yang kami ambil dari tulisan-tulisan hebat Pram atau narasi luar biasa yang tertuang dalam karya Gabriel Garcia Marquez! Ditemani Bintang Radler 0.0%, obrolan seberat apapun dan selama apapun rasanya tetap menyenangkan! Sampai tanpa sadar topik demi topik telah kami bahas berdua. Meski begitu, tak pernah ada rasa bosan saat dia mengajak keluar untuk makan bersama.

Jodoh memang nggak terduga. Awalnya teman makan, kini kami sudah melangkah ke pelaminan bersama

Sekarang, kami tak sekadar teman makan

Momen makan berdua dengannya menjadi saat yang paling seru dalam hidup ini. Sampai kami tak menyadari, bahwa kegiatan makan berdua sudah hampir dua tahun kami jalani. Dua tahun itu lama. Tapi anehnya seperti baru kemarin saja! Tubuh ini pun punya sugesti sendiri saat makan tak ditemani dia. Makan jadi tak selera, sebanyak apapun micin yang ada rasanya tetap B aja. Bagi saya, dia menjadi selayaknya Bintang Radler 0.0% yang selalu bisa menemani segala suasana. Saat ketiadaan dirinya yang mengurangi nafsu makan ini saya sampaikan padanya, mungkin semesta dan seisinya tengah berkonspirasi. Tanpa aba-aba dia hanya tertawa dan berkata:

“Tuh kan, makan tanpa aku itu hambar. Nikah aja yuk biar bisa makan berdua selamanya?”

Inilah perjalanan jodoh yang tak disangka. Saat saya hampir pasrah karena jodoh tak lekas datang, ternyata ada campur tangan Tuhan yang mendekatkannya. Mungkin tanpa acara musik dan saya tak mengiyakan untuk jadi #TemanMakan-nya, saya akan seterusnya sendiri sampai tua.

“Ah, benar ternyata. Jodoh terkadang ada di sekitar kita, tapi tak terlihat karena kita yang bersikeras mencari di kejauhan.”

Artikel SebelumnyaArtikel Selanjutnya

Tinggalkan Komentar

Email tidak akan dipublikasi

5+ yang Harus Dicamkan Agar Rencana Traveling Bareng Teman Makan Bisa Jadi Kenyataan. Nggak Sekadar Wacana Doang 0 38761

“Eh, akhir bulan ada long weekend nih. Traveling yuk? Yang deket-deket aja, ke Bandung gitu?”
“Ya elah, rencana kita ke Taman Safari dari tahun lalu juga belom kesampean. Jangan wacana doang ah!”

 

Ada yang familier dengan percakapan di atas? Saat nongkrong bareng dengan teman makan yang sudah akrab, seringkali muncul banyak rencana untuk traveling bersama. Mulai dari mengisi long weekend, sampai sengaja cuti dan liburan ke pulau atau luar negeri. Tapi sayangnya, banyak rencana traveling bareng teman makan yang gagal lantaran banyak hal. Mulai dari tanggal dan destinasi yang nggak ketemu kesepakatannya, mundur dari jauh-jauh hari, sampai batal dadakan.

Untuk itu, kamu seharusnya punya langkah-langkah jitu biar rencana traveling bareng teman makan terwujud. Nggak mau ‘kan rencana-rencanamu cuma berujung wacana? Coba deh, terapkan hal-hal ini, biar rencana traveling bareng teman makan bisa segera terealisasi.

 

1. Biar nggak ada alasan soal kendala akomodasi, pesan tiket di hari yang sama ketika kalian membuat rencana

pesan tiket
Pesen tiket di hari yang sama

Rencana traveling harus dimulai dengan memikirkan destinasi wisata. Kamu dan teman makan harus pertimbangkan secara matang mau pergi ke mana, ngapain saja, dan berapa lama. Ini penting juga untuk beli tiket akomodasi sebelumnya supaya dapat harga murah.

Karena rencana jalan-jalan bisa kapan saja dibatalkan, sebaiknya pilih dan pesan akomodasi bersamaan di hari yang sama kalian bikin rencana, entah tiket kereta, pesawat, atau mungkin menyewa kendaraan? Jadi kalau ada yang mendadak males, bakal teringat “Oh iya, kan gue udah beli tiket! Sayang dong kalau nggak jadi.”. Karena sudah ada biaya yang keluar, mau nggak mau kalian jadi semakin “niat” untuk mewujudkannya.

 

 

2. Soal izin cuti juga sering jadi kendala. Ada baiknya kalian membuat surat cuti bersama, dan mengirimkan ke HRD masing-masing bersamaan

Cuti
ajukan cuti bersama

“Duh gengs, kayaknya aku nggak bisa cuti nih. Kerjaan lagi hectic-hecticnya.”
“Ish kan! Kemarin katanya bisa? Aku udaha ngajuin cuti dan udah diapprove lho!”

Hadeeuuh. Alasan semacam itu sudah kerap jadi ganjalan rencana traveling. Kerjaan yang menumpuk bikin kalian ragu bisa dapat izin cuti dari kantor tersayang. Untuk itu, terutama untuk rencana traveling dari jauh-jauh hari, ada baiknya kamu dan teman makan membuat surat cuti bersama, lalu mengirimkannya ke HRD masing-masing pada waktu yang sama. Cuti adalah hak setiap karyawan, maka dari itu kalian harus dapat gunakan jatah cuti tersebut secara bijak. Bicarakan baik-baik dengan atasan, lalu buat surat cuti dan berikan kepada HRS kantor secara bersamaan. Kalau sudah begini ‘kan nggak ada lagi yang batalkan traveling karena nggak boleh cuti.

 

3. Bagi-bagi tugas, mulai dari sesi transportasi sampai penanggung jawab penginapan. Biar kalian sama-sama merasa bertanggung jawab

teman
bagi-bagi tugas

Namanya juga traveling bareng, kalian perlu saling bagi-bagi tugas ketika merencanakan. Semisal mulai dari sesi transportasi sampai penanggung jawab penginapan. Jika sudah tahu tugasnya masing-masing, maka ada rasa tanggungjawab penuh yang dimiliki. Dengan begitu, kamu dan teman makan akan lebih matang memikirkan rencana traveling-nya. Nggak akan asal mengerjakannya karena merasa tanggungjawab soal bagian tugasnya.

 

4. Diskusikan budget secara terbuka biar nggak ada yang berat sebelah. Ini penting untuk menghindari ada yang batalkan rencana tiba-tiba karena merasa nggak setara

diskusi
diskusiin budget

Traveling identik dengan budget. Karena ini sensitif banget, kamu perlu secara detail diskusikan dengan teman makan. Jangan sampai ada yang berat sebelah karena nggak setuju dengan biaya yang dikeluarkan. Ketika merencakan, satu sama lain harus berikan pandangannya mau keluarkan budget berapa. Karena nantinya akan berpengaruh terhadap keseluruhan rencana jalan-jalan seperti transportasi yang digunakan, destinasi wisata, dan tempat penginapan. Kalau sampai ada yang berat sebelah, ujung-ujungnya malah nanti ada yang batalkan rencana tiba-tiba karena merasa dirugikan.

 

5.    Belanja keperluan traveling bareng-bareng. Kalau bisa sekaligus packing pada waktu yang sama

belanja keperluan bareng

Menjelang keberangkatan, segala persiapan harus dicicil biar nggak ada yang terlupa. Nggak cuma siapkan pakaian, kamu perlu belanja keperluan traveling bareng-bareng. Semisal perlengkapan mandi, skincare rutin yang wajib dipakai sehari-hari, obat-obatan, dan camilan. Tisu dan tisu basah jangan sampai kelewatan, karena dua hal itu sangat diperlukan saat traveling. Jangan lupa juga membawa Bintang Radler 0.0% sebagai teman perjalanan kalian nanti.

Belanja barang bersama-sama bikin kalian menjadi lebih hemat karena bisa bagi-bagi tugas beli barangnya. Lalu supaya nggak bisa membatalkan rencana yang tinggal menghitung hari, sebaiknya kalian packing pada waktu yang sama. Jadi, ketika sedang packing kamu dan teman makan saling mengabari dan bertanya tentang barang-barang apa saja yang perlu dibawa.

 

6. Jangan lupa sering menanyakan kabar rencana traveling kalian. Sebagai pengingat supaya nggak ada alasan batal jalan-jalan

tanya kabar
saling menanyakan kabar persiapan

Sekalipun masih lama rencana traveling kalian terlaksana, nggak ada salahnya telah dari jauh-jauh hari saling mengabari. Baik kamu maupun teman makan bisa saling bertanya tentang sudah sampai mana persiapan renncana kalian. Hal ini juga sebagai pengingat agar nggak ada alasan yang membatalkan jalan-jalan.

 

Berawal dari #TemanMakan, kalian bisa jadi teman traveling bareng. Membayangkan keseruan ‘ngebolang’ bareng teman-teman harusnya bikin kamu semangat mewujudkan rencana liburan. Tapi demi terwujudnya rencana itu, kalian memang butuh mengobrolkan rencana itu matang-matang. Coba deh luangkan satu hari untuk bertemu dan membahas rencana itu sampai sedetil-detilnya. Biar lancar jangan lupa bawa Bintang Radler 0.0% yang kesegarannya tak perlu diragukan lagi. Diproses secara unik, minuman berkarbonasi rasa lemon ini bisa jadi teman di segala suasana. Baik sendirian, maupun pas bareng teman-teman.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, dijamin deh rencana traveling bareng #TemanMakan-mu sudah selangkah lebih dekat. Nggak ada lagi kasus gagal liburan karena kehabisan tiket, nggak dapet cuti, ataupun menghilang mendadak tanpa kabar. Jadi, rencananya kalian mau ke mana di liburan terdekat nanti?

5+ Tanda Hubungan Kalian Lebih dari Sekadar Teman Makan. Kadang Jodoh Tak Jauh dari Pandangan 1 72051

Jodoh itu misteri.

Ungkapan yang klise tapi banyak yang mengamini. Banyak orang yang tak sadar kalau sebenarnya ia sudah berkali-kali berpapasan dengan jodohnya. Ada juga yang ternyata jodohnya itu teman yang selama ini selalu ada untuknya. Tapi namanya usaha, kadang kamu mencari terlalu jauh, membuat yang ada di depan mata atau sampingmu terlewat.

Apalagi di anak milenial zaman sekarang, yang usia baru 20’an targetnya atau tuntutan sudah menikah saja. Tuntutan membuat usaha mencari jodoh terasa terlalu sulit. Padahal kalau kamu mau jeli sebentar, mungkin saja jodohmu itu teman makanmu selama ini. Meski cuma seringnya ketemu buat urusan perut, nggak ada salahnya kamu perhatikan sekali lagi kedekatan kalian. Mungkin saja, beberapa tanda-tanda ini ada di antara kalian. Kan kalau benar dia orang, kamu bisa tersenyum tenang.

1. Acara makan kalian bukan karena “kebetulan ketemu”, tapi memang sama-sama meluangkan waktu

Emang janjian ketemu

Nggak ada yang namanya kebetulan buat kalian. Walaupun kesukaan makanan kalian berbeda, tapi kamu ataupun dia tak pernah absen untuk janjian makan bersama. Ada saja alasan yang membuat salah satu dari kalian mengajak makan satu sama lainnya. Entah sekadar mencoba tempat makan baru di dekat kantor dia. Atau sekadar memuaskan rasa inginmu makan mie ayam di kedai favorit kalian berdua. Pokoknya kamu dan dia memang sama-sama meluangkan waktu untuk makan bersama.

2. Seminggu saja nggak makan sama dia ada rasa yang kurang. Jadi kangen obrolan dan canda tawanya

Kangen kalau seminggu nggak makan sama dia

Kebersamaan makan pun tak hanya diisi dengan suasana sunyi karena kalian saling diam dan sibuk menikmati kudapan. Kamu dan dia jelas punya obrolan atau candaan seru di meja makan. Kamu biasa bercerita kabar pekerjaanmu, rencana-rencanamu dalam waktu dekat, atau curhat soal asmara. Begitu juga dia yang tak pernah sungkan menceritakan apapun tentang dirinya, dan sesekali akan diselipi canda. Lama-lama pun keriuhan itu yang membuat kamu kadang rindu kalau seminggu saja tak makan bersamanya.

3. Obrolan saat makan pun sangat beragam. Rasanya, asal sama dia topik apa saja nyaman dibicarakan

Selain obrolan rutinitas atau yang receh-receh. Adakalanya obrolan serius pun hadir di antara kalian, seperti esensi nikah menurut pandanganmu yang tak soal melengkapi tuntutan orangtua, atau usia. Kadang obrolan dia pun bisa melenceng ke isu sosial yang sedang ramai dibicarakan orang. Dan semua perbincangan itu tak pernah ada yang aneh untukmu. Karena memang apa pun topik obrolannya, asalkan sama dia, suasana makan pasti selalu nyaman. Tanpa sadar dia jadi mirip dengan Bintang Radler 0.0%, minuman berkarbonasi rasa lemon, yang cocok dinikmati dalam segala momen kebersamaan.

4. Kamu tak hanya hapal kesukaannya, tapi juga tahu makanan mana yang tak cocok untuknya. Sebaliknya, dia pun ngomel saat kamu nekat makan pedas padahal asam lambung sering kumat

Mengerti dia

“Eh, jangan makan capcaynya, itu ada cuminya. Nanti kamu bentol-bentol!”

Terbiasa makan berdua ternyata membuatmu sedikit demi sedikit mengerti dia. Nggak cuma makanan kesukaannya, atau cara makan dia yang tergolong bersih untuk ukuran cowok. Tapi kamu pun tahu jenis makanan tertentu yang tak bisa dia makan, mulai dari yang terlalu pedas, beberapa makanan laut seperti cumi dan kerang, sampai sayur santan yang bisa bikin asam lambungnya naik. Sebaliknya, dia akan langsung ngomel saat kamu pesan makanan pedas. Karena dia tahu bahwa kamu punya penyakit asam lambung yang cukup mengganggumu. Bukankan awalnya mengerti soal urusan perut dulu, baru nantinya mengerti hal lain tentang dirinya.

5. Saking sering dan nyaman makan bersamanya, kamu tak lagi jaim saat makan dengan lahap dihadapannya

Nggak jaim lagi

Perihal saus mie sampai belepotan di mulut, nggak akan buatmu salah tingkah dihadapannya. Kamu akan tetap selow meski makan dengan lahapnya. Begitupula dengan dia yang kadang suka seenaknya sendawa ditengah-tengah makan. Ternyata kenyamanan itu memang kunci untuk membuat semua yang jelek terlihat biasa saja. Seperti kamu dan dia yang sama-sama asyik meski kelakuan makan kalian kadang nggak banget.

6.  Jangankan makan berdua, makan bersama keluarganya pun bukan lagi hal yang baru untukmu

makan bareng keluarganya

Makan cuma berdua atau sama-sama teman kalian memang sudah jadi hal yang biasa. Tapi bagaimana dengan makan bersama keluarga dia ataupun kamu? Itupun ternyata bukan hal yang baru buat kalian. Kamu sudah sangat sering diajak makan bersama keluarganya. Sebaliknya, ibumu pun sering memintamu mengajak dia makan sekalian saat dia main ke rumah. Membuat kalian bisa dibilang sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Kalau sudah senyaman ini masa iya tak terbesit dalam pikiranmu, “jangan-jangan dia itu jodoh yang Tuhan kirim?” 

Karena memang menemukan teman makan yang bisa senyaman dia itu bukanlah hal yang mudah. Karena kamu butuh seseorang yang seru untuk diajak makan dalam suasana apapaun. Seperti Bintang Radler 0.0% nggak hanya cocok untuk santai acara kantor, tapi juga menemani jamuan makan malam romantis dengan dia atau formal bersama keluarganya. 

Coba deh, cek #TemanMakan-mu selama ini. Barangkali jodohmu adalah dia yang sudah lama berada di sampingmu, namun tak pernah dipertimbangkan oleh kamu 😊

Most Popular Topics

Editor Picks